Minggu, 15 April 2012

Tinjauan Umum Tentang Kehamilan


A. Pengertian
Kehamilan adalah masa yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, dengan lamanya 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. 
Kehamilan adalah merupakan suatu proses yang alamiah dan fisiologi. Setiap wanita yang mengalami organ reproduksi sehat, yang telah mengalami menstruasi dan melakukan hubungan seksual kepada pria yang organ reproduksinya sehat sangat besar kemungkinan akan mengalami kehamilan.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa masa kehamilan adalah suatu proses yang alamiah dan fisiologi, setiap wanita dengan organ reproduksi sehat yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, dengan lamanya 280 hari terhitung dari hari pertama haid terakhir.
B. Tanda–Tanda Kehamilan
1. Tanda-tanda tidak pasti :
1)        Tidak mentruasi ; Walaupun ini merupakan tanda pertama, jangan hal ini di pakai sebagai bukti yang positif  biasa saja menstruasi terlambat. Kasarnya saja, hal ini kadang-kadang dapat di sebabkan oleh terlalu cemas karena sangat ingin hamil sehingga emosi menghambat menstruasi.
2)        Menstruasi sedikit ; Beberapa wanita terus mengalami menstruasi selama bulan terakhir pertama dan kedua, namun lebih sedikit dari menstruasi normalnya dan umumnya cepat berakhir.              .
3)        Rasa nyeri pada payudara  ; Hal ini lebih umum pada wanita yang mengalami ketidaknyamanan payudara saat mereka mengalami menstruasi. Bila proses menstruasi tidak terjadi dan payudara tetap terasa bengkak dan sakit, mungkin hamil. Wanita yang normalnya tidak memperhatikan hal ini saat menstruasi sekalipun, akan merasa sesak pada payudara.
4)        Ngidam ; Sekitar 50% wanita hamil mengalami mual/muntah pada 6 sampai 12 minggu pertama. Walaupun ini umum terjadi pagi hari, namun dapat terjadi kapan saja terjadi sepanjang hari.
5)        Ketidaknyamanan kandung kemih ; akan sering buang air kecil, karena kandung kemih terasa lebih cepat penuh pada minggu pertama.
6)        Pengecapan yang aneh ; Bahkan sebelum terjadi menstruasi, sebagian wanita merasakan pengecapan yang pada mulutnya. Segera setelahnya, mereka mungkin akan tidak suka pada bahan–bahan yang mungkin mengandung alkohol, kopi, asap rokok, bahkan daging.
2. Tanda kemungkinan Hamil
1) Tanda  hegar
     Tanda ini berdasarkan adanya uterus segmen bawah yang lebih lunak dari pada bagian yang lain, adannya perubahan isthmus uteri yang menyebabkan isthmus lebih panjang dan lunak sehingga pada pemeriksaan dalam seolah kedua jari dapat saling sentuh. Embrio belum mengisi seluruh ruang uterus, tetapi biasanya bertempat diatas dekat dengan fundus uteri, jadi uterus masih kosong.
2). Tanda–tanda piskacek
Tanda ini berdasarkan adanya tempat yang kosong pada rongga uterus. Pertumbuhan rahim ternyata tidak sama ke semua arah, tetapi terjadi pertumbuhan yang cepat di daerah implantasi plasenta, sehingga rahim bentuknya tidak sama. Uterus membesar ke salah satu jurusan hingga menonjol jelas ke jurusan pembesaran tersebut, karena embrio biasanya terletak disebelah atas. Oleh karena itu pada pemeriksaan bimanual terasa benjolan yang asimetris.
3)  Tanda- tanda broxtan hicks.
Tanda–tanda ini berdasarkan adanya kontraksi-kontraksi dan relaksasi pada otot–otot uterus yang sedang membesar, hal ini terjadi sejak minggu-minggu pertama dalam kehamilan, biasanya tidak mengakibatkan rasa sakit, karenanya tidak pernah dirasakan oleh ibu, tanda ini dapat dirasakan waktu mengadakan pemeriksaan bimanual.
4)   Tanda–tanda Chadwick
Tanda–tanda Chadwick ini berdasarkan adanya konesti setempat ialah pada uterus karena uterus sangat banyak membutuhkan darah, sehingga vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen sehingga tampak makin merah dan kebiru–biruan. Pada pemeriksaan dalam dapat dilihat adanya perubahan warna pada serviks dan vagina menjadi kebiru-biruan.
4. Reaksi ascheim-zondek
Reaksi berdasarkan adanya progesterone yang berlebihan yang dikeluarkan kedalam air kemih disebut pregnandiol. Tiap- tiap orang hamil air kemih nya mengandung pregnadiol. Cara khas yang dipakai untuk menentukan adanya human chorionic gonadotropin pada kehamilan muda adalah air kemih pertama. Dengan tes kehamilan tertentu air kemih  dapat membantu  membuat diagnosis kehamilan sedini mungkin.10
3. Tanda Kehamilan Pasti
1)   Gerakan janin  yang dapat dilihat, dirasa atau diraba juga bagian–bagian janin.
2)   Denyut jantung janin :
(1)     Didengar dengan stetoskop monaoral Leanec,
(2)     Dicatat dan didengar dengan alat dopler.
(3)     Dilihat pada ultrasonografi (USG)
3)   Terlihat tulang–tulang janin. 
C. Menentukan Usia Kehamilan
Bersama dengan penyuluhan pasien sebagai persiapan perubahan–perubahan yang disebabkan oleh kehamilan dan persalinan, penting sekali menetapkan tanggal mulai kehamilan untuk menentukan, menilai tumbuh kembang janin, mengambil keputusan bila intervensi kehamilan, mencegah persalinan prematur.
Umur hamil dapat ditentukan dengan :
1.        Menggunakan rumus Naegle
Rumus Naegle memperhitungkan umur kehamilan berlangsung selama 280 hari. perhitungan kasarnya dapat dipakai dengan menentukan hari pertama haid, sehingga perkiraan kelahiran dapat ditetapkan rumus Naegle dapat dihitung. jika hari pertama haid terakhir diketehui dan ± 28 hari maka rumus yang dipakai yaitu perkiraan partus  menurut rumus ini :
Hari + 7, bulan – 3, dan tahun + 1.
2.     Gerakan pertama fetus.
Umumnya pada primigravida gerakan janin pertama dirasakan oleh ibu pada kehamilan 18 minggu dan pada multigravida pada kehamilan 16 minggu.
3.        Perkiraan tingginya fundus uteri.
Tabel 2.1
Perkiraan Tinggi Fundus Uteri
Tinggi fundus uteri
Umur kehamilan
1/3 diatas simfisis
½ simfisis-pusat
2/3 di atas simfisis
Setinggi pusat
1/3 di atas pusat
½ pusat-prosesus xifoideus
Setinggi prosesus xifoideus
Dua jari (4cm) dibawah prosesus xifoideus
12 minggu
16 minggu
20 minggu
22 minggu
28 minggu
34 minggu
36 minggu
40 minggu
     Sumber : Manuaba, 1998

 4.      Penentuan umur hamil dengan ultrasonografi.12
Untuk menentukan umur hamil melalui ultrasongrafi dengan mengukur bagian janin :
1)        Menentukan diameter kantongan gestasi.
2)        Menentukan jarak kepala–bokong.
3)        Menentukan jarak tulang biparietal.
4)        Menentukan lingkaran perut.
5)        Menentukan panjang tulang femur.
D. Perubahan Fisiologi Pada Wanita Hamil
1.        Uterus
Bulan pertama kehamilan bentuk uteru seperti buah alvokat, agak gepeng, pada kehamilan 4 bulan akan membesar pada bulan–bulan pertama dibawah pengaruh estrogen dan progestron yang akan meningkat, pembesaran ini pada dasarnya disebabkan oleh hipertrofi otot polos uterus, disamping serabut-serabut kologen yang adapun menjadi higroskopik akibat meningkatnya kadar estrogen srhingga uterus dapat mengikuti pertumbiuhan janin. Pada kehamilan 4 bulan uterus berbentuk bulat. Selanjutnya, pada akhir kehamilan kembali seperti bentuk semula, lonjong seperti telur. 8
Tafsiran pembesaran uterus pada perabaan tinggi fundus.
1)        Uterus pada wanita tidak hamil kira- kira sebesar telur ayam.
2)        Kehamilan 5 minggu
Kantong lengkap dengan diameter 1 cm yang terbungkus oleh vilicorialis, dan ciri–ciri khas manusia belum ditemukan.
3)        Kehamilan 6 minggu
Merupakan tahap embrio yaitu kantong berdiameter 2,3 cm berat 1 gram, kepala membesar, terbentuk tonjolan lengan dan tungkai, jantung primitif terbentuk hubungan antar pembuluh darah dalam korion dan sudah tumbuh dengan body stalk.
4)        Kehamilan 8 minggu, sebesar telur bebek.
5)        Kehamilan 10 minggu
Panjang embrio 4 cm, genetalia externa terlihat, membran anus pecah, tangan kaki bisa dikenali terlihat bentuk manusia.
6)        Kehamilan 12 minggu, sebesar telur angsa, TFU diatas simpysis.
Panjang janin (fetus) 8 cm berat 15 gram jari tangan serta jari kaki, mata dan telinga, sirkulasi dan ginjal sudah terbentuk. Septum nasi dan palatum telah menyatu, kelanjer endokrin dan sistem saraf mulai berfungsi.
7)        Kekamilan 16 mimggu, sebesar kepakla bayi atau sebesar tinju orang dewasa. TFU pertengahan simpysis dengan pusat.
Panjang janin 16 cm, berat 110 gram, jenis kelamin mudah dikenali, kuku jari tangan dapat terlihat, denyut jantung terdengar jelas dan gerakkan janin teraba.
8)        Kehamilan 20 minggu, tiga jari bawah pusat.
Merupakan perkembangan dasar kini sudah lengkap yaitu panjang janin 22 cm, berat 13 gram, verniks pada kulit, lanugo pada badan, alis mata dan janin kini secara hukum telah dianggap viabel.
9)        Kehamilan 24 minggu, TFU berada tepat dipinggir atas pusat
Panjang janin 30 cm, berat 600 gram, kulit kerupuk lemak terkumpul dan perkembangan otak berlanjut.
10)    Kahamilan 28 minggu, TFU terletak kira–kira 3 jari atas pusat atau sepertiga jari jarak antara pusat prosessus xipodeus.
Panjang janin 35 cm, berat 1000 gram. Jika lahir bayi ini akan bergerak dengan kuat dan menangis.
11)    Kehamilan 32 minggu, TFU terletak diantara setengah jarak pusat dan prosessus xipodeus.
Panjang janin 42 cm berat 1700 gram, kulit berwarna merah dan keriput.
12)    Kehamilan 36 minggu, TFU terletak kira–kira 1 jari dibawah prosessus xipodeus.
Panjang janin 46 cm, berat 2500 gram dan kuku sudah mencapai ujung jaringan tangan.
13)    Kehamilan 40 minggu, TFU kira-kira 3 jari bawah prosessus xipodeus.8,12
Panjang 50 cm, berat 3400 gram, tubuh bayi sudah terbungkus jaringan lemak, kulit berwarna merah, tidak keriput dan semua organ berfungsi kecuali paru–paru.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim ditetapkan dalam 3 tahap penting yaitu 9
1)        Umur kehamilan 0-2 minggu disebut tahap ovum (telur) dan belum tampak berbentuk.
2)        Umur kehamilan 3–5 minggu disebut tahap embrio. Sudah terdapat rancangan  bentuk alat–alat tubuh.
3)        Umur kehamilan > 5 minggu disebut fetus (janin). Berbentuk manusia.
2.        Serviks uteri
            Serviks uteri dalam kehamilan juga mengalami perubahan karena hormon estrogen, juga korpus uteri mengandung lebih banyak jaringan otot, maka serviks lebih banyak mengandung jaringan ikat, hanya 10% jaringan otot. Jaringan ikat pada serviks ini banyak mengandung kologen. Akibat kadar estrogen, dan adanya hypervaskularisasi maka konsistensi serviks menjadi lunak.
3.        Vagina dan vulva
            Vagina dan vulva akibat hormon estrogen mengalami perubahan pula. Adanya hypervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah, agak kebiru-biruan (livide). Tanda ini disebut tanda Chadwick, warna porsio pun tampak livide.pembuluh–pembuluh darah alat genetalia interna akan membesar. Hal ini dapat dimengerti karena oksigenasi dan nutrisi ada alat-alat genetalia tersebut meningkat.
4.        Ovarium
            Pada permulaan kehamilan masih  dapat korpus luteum gravidarum sampai terbentuknya plasenta pada kira-kira kehamilan 26 minggu. Korpus luteum gravidarum berdiameter kira-kira 3 cm. Kemudian, mengecil setelah plasenta terbentuk. Seperti telah ditemukan, korpus luteum ini mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron. Lambat laun fungsi ini diambil alih pada plasenta.
 5.        Mammae
Mammae akan membesar dan tegang akibat hormon sumatomammotropin, estrogen dan progesteron akan tetapi belum mengeluakan air susu. Estrogen menimbulkan hyperteropin sistem saluran, sedangkan progesteron menambah sel-sel asinus pada mammae. Sumatomammotropin mempengaruhi pertumbuhan sel- sel asinus pula dan menimbulkan perubahan dalam sel-sel, sehingga terjadi pembuatan kasein, laktabumin dan laktoglubin. Dengan demikian, mammae dipersiapkan untuk laktasi, disamping ini dibawah pengaruh progesteron dan sumatomammotropin, terbentuk lemak disekitar kelompok-kelompok alveolus, sehingga mammae menjadi lebih besar. Papilla mammae akan membesar, lebih tegang tampak lebih hitam, seperti saluran areola mammae karena hyperpigmentasi. Glandula montgomery tampak lebih jelas menonjol dipermukaan areola mammae.
 Pada kehamilan 12 minggu keatas dari putting susu dapat keluar cairan berwarna putih agak jernih, disebut kolostrum. Kolostrum ini berasal dari kelenjer-kelenjer asinus yang mulai bersekresi. Sesudah partus kolostrum ini agak kental dan warnanya agak kuning. Postpartum dengan dilahirkannya plasenta dengan pengaruh estrogen, progestron dan sumatomatropin terhadap hipotalamus hilang, sehingga prolaktin dapat dikeluarkan dan laktasi terjadi.
6.        Sirkulasi darah
Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh adanya sirkulasi ke plasenta, uterus yang membesar dengan pembuluh-pembuluh darah yang besar pula, mammae dan organ–organ lain yang memang berfungsi berlebihan dalam kehamilan. Volume darah ibu dalam kehamilan berambah secara fisiologi dengan adanya pencairan darah yang disebut hidramia.
 Volume darah akan bertambah banyak kira-kira 25% dengan puncak kehamilan 32 minggu, diikuti  dengan cardic autput yang meninggi sebanyak kira–kira 30%, akibat hemodilusi tersebut. Yang mulai timbul akibat pada kehamilan 16 minggu, ibu yang mempunyai penyakit jantung dapat dalam keadaan dekompensasi kordis.
7.        Sistem respirasi
Pada kehamilan terjadi juga perubahan sistem respirasi untuk dapat memenuhi kebutuhan O2. Disamping itu terjadi desakan diafragma karena dorongan rahim yang membesar pada umur kehamilan 32 minggu. Sebagai kompensasi yang terjadi desakan rahim dan kebutuhan O2 yang meningkat, ibu hamil akan bernapas lebih dalam sekita 20-25%.11
E.  Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kehamilan
Faktor–faktor yang mempengaruhi kehamilan terbagi atas dua yaitu :
1.    Faktor fisik
1)   Status kesehatan
2)   Status gizi
3)   Gaya hidup (perokok, hamil diluar nikah dan kehamilan tidak diinginkan)
2.    Faktor psikologi
1)   Stresssor internal dan ekstrnal
2)   Support keluarga
3)   Partner abuse.13
F. Pengawasan Kehamilan
       Pelaksanaan pengawasan kehamilan dilakukan seperti dibawah ini
1.    Anamnesa
Pelaksanaannya dengan mengajukan pertanyaan tentang identitas, lama terlambat menstruasi, tanggal menstruasi terakhir, dan keluhan berkaitan dengan kehamilan.
2.    Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan umum yang menilai keadaan umum (sehat, tampak sakit, atau pucat), pengukuran tekanan darah, nadi pernapasan, suhu dan kulit (pigmentasi, striae perut, sekitar putting susu). Pemeriksaan khusus meliputi pemeriksaan payudara (pembuluh darah makin banyak, pigmentasi areola mammae, puting makin hitam dan menonjol, payudara makin padat), pemeriksaan Leopold, mendengarkan detak jantung janin, dan bila perlu pemeriksaan dalam. Pemeriksaan tambahan meliputi pemeriksaan dengan USG, foto perut, dan pemeriksaan laboratorium.
Pemeriksaan kehamilan, pada kehamilan muda sekitar usia 12 minggu, pembesaran rahim belum atau sulit diraba dari luar sehingga perlu pemeriksaan dalam. Sehingga evaluasi dilakukan melalui pembesaran rahim, tanda hamil muda, tanda piskacek (rahim asimetris), tanda hegar (perlunakan leher rahim). Pada saat ini juga dibicarakan rancangan pemeriksaan lebih lanjut yaitu pemeriksaan berikutnya dan imunisasi tetanus saat hamil.
Penting juga untuk memberikan anjuran tentang aspek psikologis kehamilan, diet ibu hamil, dan hygiene umum ibu hamil (keberhasilan badan/pakaian, kebiasaan buang air besar/berkemih, hubungan seks saat hamil, penerimaan dan adaptasi kehamilan, persiapan mental manghadapi kehamilan dan persalinan.9
G. Masalah Yang Terjadi Dalam Kehamilan
 Keluhan ringan kehamilan terutama terjadi pada hamil muda. Dengan makin tua kehamilan keluhan makin berkurang, kecuali varises dan kaki bengkak makin meningkat. Keluhan ringan segera dapat diatasi hanya dengan nasihat atau obat tertentu yang tidak berbahaya bagi janin dalam rahim.9
1.    Morning Sicknes
             Disebut morning sickness karena terjadi pagi hari pada waktu bangun dengan keluhan pening dengan kepala, mual ringan sampai muntah, setelah duduk sebentar keadaan dapat diatasi. Keadaan ini disebabkan oleh gangguan metabolisme karbohidrat, jadi bila mungkin minum teh panas dengan gula sebelum bangun dan berjalan.
2.    Hipersalivasi
Pengeluaran air liur makin meningkat pada beberapa orang, sehingga menambah kesulitan  untuk makan. Air liur dapat menyebabkan gangguan “gigi” terjadi pembengkakan dalam pembentukan gusi (epulis). Hipersalivasi dapat diatasi dengan mengisap gula-gula, yang banyak dipasarkan bebas, biskuit atau roti tawar.
3.    Kram Betis
`Pada hamil muda sering terjadi kram betis yang menunjukkan kurangnya beberapa vitamin tertentu dan mineral seperti vitamin E  dan kompleks serta kalsium. Kram lokal masih masih dapat diurut dengan demikian pemeriksaan gigi dan kesehatan mulut perlu dilakukan sehingga dapat mengurangi kemungkinan sumber infeksi. Obat gosok seperti balsam dan sebagainya. Keluhan ini akan segera akan menghilang setelah makan baik.
4.    Varises
Varises adalah pembesaran pembuluh darah sampai tampak dari luar. Sebagian besar varises terjadi pada kehamilan berulang. Varises banyak terjadi pada kehamilan diatas tiga kali. Varises disebabkan hormon kehamilan dan sebagian terjadi karena keturunan. Pada kasus yang berat dapat terjadi infeksi dan bendungan berat. Bahaya yang paling penting adalah trombosis yang dapat menimbulkan gangguan sirlkulasi darah. Untuk sementara dapat memakai stroking ketat, kasus kaki nilon panjang sampai paha.
5.        Sinkope (Pingsan)
Sinkope keadaan pening, kepala ringan, mata kabur sejenak oleh karena bangun mendadak. Dengan bangun mendadak,  aliran darah kepusat susunan saraf (otak) terlambat sehingga terjadi kekurangan darah kepusat susunan saraf (otak) menyebabkan sinkope. Untuk dapat mengatasi dilakukan bangun dari tidur atau berdiri secara bertahap. Duduk dahulu ditepi ditempat tidur sejenak sebelum berdiri/jalan sehingga peredaran darah dapat beradaptasi dengan posisi baru.10
6.        Kaki Bengkak
Kaki bengkak terjadi pada akhir trimester ketiga.  Terdapat dua gangguan kaki  bengkak yaitu retensi air dan garam karena gestosis dan tertekannya pembuluh darah, karena bagian terendah bayi mulai masuk pintu atas panggul. Pada keadaan ringan, kaki bengkak dapat diatasi dengan tidur kaki lebih tinggi dan mengurangi makan garam. Bila kaki bengkak yang bersifat abnormal, dapat diikuti dengan sakit kepala, pandangan mata kabur, pemeriksaan air kemih dijumpai protein yang meningkat. Bengkak kaki yang berhubungan dengan komplikasi hamil yang harus mendapat pengobatan khusus.9
H.  Tanda-Tanda Gangguan Kehamilan
1.        Perdarahan pada vagina.
2.        Rasa sakit pada bagian perut.
3.        Perut mengencang berkepanjangan dan kejang.
4.        Perut kokoh (keras) yang tetap, disertai rasa sakit, dengan atau tanpa perdarahan pervaginam.
5.        Keluar cairan vagina.
6.        Pembengkakan secara tiba–tiba pad bagian tangan, kaki dan wajah
7.        Sakit kepala yang hebat dan berkepanjangan.
8.        Gangguan penglihatan berupa kelap–kelip, remang–remang atau buta titik tertentu.
9.        Pusing sekali dan terus menerus, serta sakit kepala ringan.
10.    Penurunan atau perubahan yang nyata  pada kegiatan janin.
11.    Rasa sakit padabagian kaki dan menjadi merah, atau rasa  sakit di bagian kaki ketika berdiri atau berjalan .
12.    Rasa sakit yang parah disertai tulang kemaluan dan pangkal paha.
13.    Rasa sakit atau panas ketika buang air kecil.
14.    Ada iritasi pada daerah vagina.
15.    Demam.   
16.    Mual dan muntah berkepanjangan.14
I. Anjuran untuk Ibu Hamil
Anjuran perlu disampaikan terutama bagi yang pertama kali hamil, atau kehamilannya sejak pertama sudah mempunyai masalah, sehingga memerlukan perhatian khusus. Peristiwa kehamilan dapat diterima dalam dua bentuk pokok yaitu kehamilan yang diharapkan dan diterima dengan baik atau perasaan takut hamil dan menghadapi persalinan. Kedua keluhan ini dapat menimbulkan berbagai bentuk gejala klinis sehingga memerlukan anjuran untuk dapat mengatasinya dan mulai beradaptasi terhadap kehamilannya. Nasihat untuk ibu hamil mencakup anjuran yang berkaitan dengan pencegahan psikologis dan rasa takut menghadapi kehamilan dan persalinan.9
Setiap wanita hamil menghadapi risiko komplikasi maka setiap wanita hamil menurut kebijakan program sedikitnya 4 kali kunjungan selama periode antenatal yaitu
1.        Satu kali kunjungan selama trimester pertama (sebelum 14 minggu)
2.        Satu kali kunjungan selama trimester kedua (antara 14-28 minggu)
3.        Dua kali kunjungan selama trimester  ketiga (antara 28-36 minggu dan sesudah minggu ke – 36) 15
Pada kunjungan pertama (K1)
1.        Trimester pertama :
1)      Membangun hubungan saling percaya antar petugas kesehatan dengan ibu hamil.
2)      Medeteksi masalah dan menanganinya.
3)      Melakukan tindakan pencegahan seperti tetanus neonatorium, anemia kekurangan zat besi dan penggunaan praktek tradisional, kemudian memulai persiapan bayi dan kesiapaan menghadapi komplikasi.
4)      Mendorong perilaku yang sehat (gizi, latihan dan kebersihan, istirahat).
2.        Trimester kedua
Kewaspadaan mengenai preeklampsi tentang gejala–gejala preeklampsia, pantau tekanan darah, evaluasi edema, periksa untuk mengetahui proteinuria.
3.     Trimester ketiga
Palpasi abdominal dan deteksi letak bayi yang tidak normal atau kondisi lain memerlukan kelahiran di rumah sakit.
Jadwal kunjungan ulang
1)        Kunjungan I ; 16 minggu dilakukan untuk penapisan dan pengobatan anemia, perencanaan persalinan, dan pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatannya.
2)        Kunjungan II ; (24–28 minggu) dan kunjungan III (32 minggu) dilakukan untuk pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatannya, penapisan preeklampsi, gemelli, infeksi alat reproduksi dan saluran perkemihan dan mengulang perencanaan persalinan.
Kunjungan IV ; 36 minggu sampai lahir sama dengan kunjungan II dan III kemudian mengenali adanya kelainan letak dan presentasi, memantapkan rencana persalinan serta mengenali tanda- tanda persalinan.

sumber :
1.        Rustam Mochtar. Sinopsis Obstetri  dan Operatif. EGC. 1998. Hal 202-203,204-206
2.    Abdul Bari Saifuddin. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan  Materinatal  Dan Neonatal.Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo. 2006  Jakarta.   Hal 89 - 98
3.        G. A. Mandriwati. Penuntut Belajar Asuhan Kebidanan Ibu Hamil. EGC. 2007. Hal 3 
4.        Liz Kelly. Sembilan Bulan Kehamilan & Kelahiran. Arcan.1999. Hal 10-11 
5.        Ida Bagus Gde Manuaba. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita.  Arcan.Jakarta 1999 Hal 73-92 
6.        Hanifa Wiknojosastro. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo. Jakarta. 2006. Hal 125,127,129,158 
7.        Ida Bagus Gde Manuaba. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan Dan Kb Untuk Pendidikan Bidan. EGC.Jakarta. 1998. Hal.109, 120 
8.      Hellen Farrel. Perawatan Maternitas Edisi 2. EGC. Jakarta. 1999. Hal 41
9.    Abdul Bari Saifuddin. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan  Materinatal  Dan Neonatal.Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo.. Jakarta. 2002. Hal N-2
10.    Ida Bagus Gde  Manuaba. Gawat – Darurat Obstetri-Ginekologi & Obstetri-Ginekologi Sosial untuk Profesi Bidan. EGC.Jakarta.  2008. Hal  270-273
 11.     Arisman. Gizi Dalam Daur Kehidupan, Cetakan ke III , EGC, Jakarta. 2007

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar